Rafa Bocah Pekalongan Korban Gigitan Ular Weling Dirujuk ke RS Kariadi

Bocah Pekalongan sebagai korban gigitan ular weling, Rafa (11), sudahditunjuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Awalnya, Rafa dirawat di RSI Pekajangan, Pekalongan.Humas RSUP Dr Kariadi, Aditya Kandu Warenda menjelaskan Rafa ditunjuk ke RSUP Dr Kariadi pada Rabu (9/7) kemarin.Waktu itu Rafa pada keadaantidak sadar. “Pasien RRDS adalah pasien referensi dari Pekajangan. Tiba ke IG RSUP Dr Kariadi tanggal 9 Juli, jam 11.00 WIB siang,” kata Aditya saatdikontak detikJateng, Kamis (17/7/2025).Aditya menerangkan, awalannyafaksi RSUP Dr Kariadi sebelumnya sempatmenampikreferensikarena proses pengajuan referensi belum usai diverifikasi melaluiMekanismeReferensiTerpadu (Sisrute). Tetapisekitaranjam 13.00 siang, pasien telahdikirim oleh RS pengirim walautidak…

Read More

Pelaku Pembunuhan Wanita di Demak Ditangkap Polisi di Tangerang

DEMAK – Unit Resmob Satreskrim Polres Demak suksestangkap AR (32), terdakwa pembunuhan pada Shela Handayani (20), seorangwanita asal Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus. AR diamankanpada Jumat (28/6/2025) pagi waktuadadalam suatu warung makan di Kabupaten Tangerang, Banten. Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha lewat Kasat Reskrim AKP Kuseni mengutarakanjikaaktoradalahmasyarakatDusun Sari, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, yang tinggal dengan istrinya di daerahitu. Saatdiamankan, AR tidaklakukan perlawanan. “Di depan petugas, AR mengakuperlakuannya sudah membunuh danmengambil barang bernilaipunya korban,” tutur AKP Kuseni. Jasad korban awalnyadiketemukanpada Rabu (25/6/2025) di tempat persawahan Dusun Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar,…

Read More

Guru Madrasah di Demak Diduga Cabuli Belasan Santriwati, Sempat Diamuk Massa

Seorang guru Madrasah Diniyyah di Demak dengan inisial MR (60) diamankan polisi karenadiperhitungkanmenyetubuhibeberapa santriwati. Aktorsebelumnya sempat diamuk massa.Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha menjelaskan, kasus ini tersingkapsaat penjaga sekolah secara tidakmenyengajadengarpercakapanbeberapa siswi. Beberapa siswi itumengulasberkaitantingkah cabul aktor. Sesudahketahuiinformasiitu, faksiorangtualantasbergabungdi muka madrasah untukmemberikan laporanaktor ke faksi sekolah. Situasisemakinmenghangatsampaiberbuntutserangan massa padaaktor. “Situasijugamenghangat, terjadikerusuhansampaiberbuntutpada amuk massa padaaktor. Untung petugas dari Polsek Demak Kota selekasnyadatang di lokasisesudahterima laporan dari masyarakat. Aktorsuksesditangkapdanditolong dari amuk massa yang makinmencapai puncak,” kata Ari dikutip detikJateng, Rabu (9/7/2025)“Saat korban mulai mengingatkan kitab, di sanalahaktor mulai memperlancarlaganya dengan menggenggamdan menekan pasdi bagian kelamin korban di luar rok,” katanya. Berdasarpenyidikan sementara, diketahui tindakanituterjadisemenjak tahun 2021. Keseluruhan ada belasan santriwati sebagai korban guru cabul itu. “Aktormengakulakukantindakan pencabulan ini ke santriwatinya semenjak tahun 2021 sampai 2025. Sangkaan pencabulan pada belasan santriwati di bawah usia,” paparnya.

Read More

41.000 Peserta BPJS PBI Demak Dinonaktifkan, Dinkes: Kita Bantu Kalau Benar-Benar Tidak Mampu

Sekitar 41.000 peserta BPJS Yang menerima Kontribusi Pungutan (PBI) APBN di Kabupaten Demak, Jawa tengah, tidak diaktifkan. Penonaktifan ini berpengaruh pada warga kurang sanggup, termasuk pasien penyakit akut yang sejauh ini tergantung pada sarana kesehatan lewat agunan kesehatan itu. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak, dr Ali Maimun, menjelaskan jika data peserta nonaktif asal dari Dinas Sosial, dan dianggap sudah memunculkan keluh kesah di beberapa sarana kesehatan (faskes). Tetapi, dia janji Dinkes akan menolong masyarakat yang betul-betul memerlukan untuk remobilisasi kepesertaan. “Masih tetap kita usahakan jika ia betul-betul sakit, dirawat di dalam rumah sakit betul-betul tidak sanggup, kelak kita aktifkan kembali, melalui UHC,” tutur Ali saat dikontak, Rabu (2/7/2025). Simak juga: BPJS PBI Mendadak Nonaktif, Ulil Terancam Tidak berhasil Urus Kemudahan Ongkos di Universitas Negeri Pengaktifan Melalui Pola Universal Health Coverage Ali menerangkan jika aktivasi kembali kepesertaan tidak dapat dilaksanakan secara langsung oleh faskes. Tetapi, bila keadaan pasien termasuk genting atau benar-benar memerlukan service, mereka bisa ditolong lewat pola Universal Health Coverage (UHC). “Ada tata triknya. Yang…

Read More

Duduk Perkara Guru Madin Demak Tampar Murid hingga Didenda Rp 25 Juta

Seorang guru Madrasah Diniyyah atau Madin dengan inisial AZ (50) masyarakat Kabupaten Demak tiba-tibatrendingkarena menampar siswanya sampaiterkena denda Rp 25 juta dari orangtuasiswa. Kepala Madin, Miftahul Hidayat, menerangkan duduk kasuskejadianitu.Iamenjelaskanperistiwa ini berawalberawalsaat guru madin ini mengajarkandi ruangan kelas 5 dengan pelajaran fiqih pada 30 April 2025 jam 14.30 WIB. Mendadak di luar ruangpelajar kelas 6 bermain lempar-lembaran sandal di muka kelas 5. “Lemparan itusampaimasuk ke dalamruangan kelas 5 danberkenaan kepala guru AZ sampai peci yang digunakan jatuh,” kata Hidayat dalam infokereporter di lokasi, Jatirejo, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jumat (18/7/2025). Selanjutnya, waktu itu dengan spontan guru ambil pecinya yang jatuh danmenempatkan kitabnya di atas meja. Berkaitanselanjutnyamendekatiruangan kelas yang…

Read More

Hati-hati Dab! Ubur-ubur Mulai Bermunculan di Pantai Kulon Progo

Satlinmas Rescue Spesial (SRI) daerah V Kulon Progo memberikan laporanadamunculnya ubur-ubur api di sepanjang pantai Kulon Progo sejak mulai beberapahari akhir. Pelancongdisuruhuntuksiagakarena sengatan hewan laut itudapatberpengaruh fatal untuk manusia.Koordinator SRI Daerah V Kulon Progo, Aris Widyatmoko, menjelaskan ubur-ubur api atau yang punyainama alias ubur-ubur Portugis itu telahadasemenjakawal minggu ini. Pertama kalinyadiketemukan oleh anggota SRI Daerah V Kulon Progo waktu berpatroli di Pantai Congot, Temon, pada Selasa (15/7) kemarin. “Terkait dengan ubur-ubur atau rawe, ini Selasa tempo haripengamatan dari kawan-kawan yang bekerja di tempatrekreasi, ini mulaiterlihatmenyisihterutama di Pantai Congot,” katanyasaatdimintaverifikasireportermelalui pesan singkat, Jumat (18/7/2025). “Selanjutnyapada Rabu di Pantai Labuhan atau Glagah samping barat…

Read More

Identitas Mayat Perempuan Muda di Demak Terungkap, Diduga Korban Pembunuhan

Penemuan mayat wanitatanpajati diri di tempat persawahan Dusun Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa tengah, pada akhirnyamenjumpai titik jelas. Korban diketahui namanyaCelah Handayani (20), masyarakat Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus. Jati diri korban tersingkapsesudah Aris Rubiyanto (48), paman korban, tiba ke RSUD Sunan Kalijaga Demak danpastikansecara langsungjikamayat yang diketemukanialahsepupunya. “Betulsepupu saya,” tutur Aris saatdijumpai, Selasa (24/6/2025) malam. Simak juga: Mayat Wanita dengan Muka Berdarah Diketemukan di Sawah Demak, Diperhitungkan Korban Pembunuhan Pergi TanpaTujuan, Keluarga Tahu dari Media Sosial Menurut Aris, Celahtinggalkan rumah pada Senin malam (23/6/2025) sekitaranjam 19.30 WIB tanpamemberitahutujuan, cumamohon pamit singkat ke ayahnya. “Keluar tempo hari kata bapaknya 1/2 delapan malam. Pamit…

Read More

Guru Madrasah Dihajar Massa usai Ketahuan Cabuli Belasan Santriwati

Seorang guru Madrasah Diniyyah dengan inisial MR (60) dibantai massa karenakedapatansudahmenyetubuhi belasan santriwati di Demak, Jawa tengah. MR jugaditangkap polisi atas perlakuannya itu.Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha menjelaskan, tersingkapnya kasusitubermula dari kecermatanseorang penjaga sekolah pada Juni kemarin.Diatidakmenyengajadengarpercakapanbeberapa siswi saat jam istirahat yang mengulasmasalah pencabulan yang sudah dilakukan MR. “Informasi ini selanjutnyadilanjutkankesatu diantaraorangtua korban,” kata Ari dikutip detikJateng, Rabu (9/7/2025). Ayah satu diantara santriwati yang diperhitungkanmenjadi korban jugamemberikan laporanperistiwa itu ke polisi. Diaawalannyamenanyakanpadasi anak tetapi anaknya sebelumnya sempatmalasmenceritakan. “Saatditanyakan, si anak tidakmemberi respondansecara langsung menangis, malasmenceritakan. Tetapiesok harinya sesudahditanyakanlagi, pada akhirnya anak itumengakusudah dilecehkan oleh aktor,” tutur Ari. ADVERTISEMENTPada Sabtu (21/6), istri pelapor bersama beberapaorangtua korban yang lainbergabungdi mukamasjid Madrasah setelah magrib danberniatmemberikan laporanaktor ke faksi sekolah. Tetapi MR tidak jugadatang di sekolah. Beberapaorang-tuapelajar itu menantisampaijam 22.00 WIB baru MR datangdansituasi langsung menghangatsampai MR diamuk massa. “Situasijugamenghangat, terjadikerusuhansampaiberbuntutpada amuk massa padaaktor. Untung petugas…

Read More

Banjir Rob Ancam Pantura Jateng Siang Nanti, Warga Diminta Gunakan Jalur Alternatif Ini

Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Jawa tengah (Jawa tengah) memberi teguran banjir pesisir pada Senin, 30 Juni 2025. Mengenai beberapawilayah yang mempunyai potensiterjadi banjir rob, yaitu Pekalongan, Tangkai, Kendal, Semarang, Demak dan Jepara. Simak juga: BPBD: 12 Daerah Jakarta Terancam Banjir Rob sampai 29 Juni Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, menjelaskanjika banjir pesisir mempunyai potensiterjadijam 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. “Karenaadakegiatan pasang kering air laut bisamempengaruhi dinamika daerah Pantai Utara Jawa tengahberbentuk banjir pesisir,” kata Sediyanto, Senin. Karena itu, diamenghimbauwarga di pesisir pantai untukwaspadaadaperistiwa banjir pesisir atau rob. “Berlaku di…

Read More

Viral Guru Madin di Demak Didenda Rp 25 Juta Usai Tampar Murid

Video seorang guru madrasah diniah atau madin di Kabupaten Demak didenda beberapa puluh juta karena menampar siswanya trending di sosial media. Inikejadian yang diverifikasi oleh figurdi tempat.Peristiwa ini diuploadpadaakun Instagram @infokejadiandemak. Video itu diuploadtempo haridansudahdilihatbeberapa ratus ribu kali. Video ini memperolehberbagaikomentar dari warganet. Pada video itu menunjukkanseorang guru madin yang diperhitungkantanda-tanganipersetujuandi antara wali siswa. Dinarasikan guru itu didenda oleh wali siswakarena menampar anaknya. Tidakbermain-main, guru madin ini diberitakanharusbayar denda capaibeberapa puluh juta. “Guru madin Ngampel Jatirejo Kecamatan Karanganyar didenda Rp 25 juta karena menampar siswahinggamembuat wali siswatidak terima atas peristiwaitu,” ceritapostingitu ibaratdisaksikan detikJateng, Jumat (18/7/2025). Satu diantarapirantiDusun Jatirejo, Latif benarkanperistiwa ini. Tetapifaksinyamalasmemberiketerangandengan detil.“Iya betuladaperistiwa ini, yang…

Read More