Pria Bayat Klaten Bacok 3 Tetangga gegara Tak Diberi Kopi

Gara-garameminta kopi tidakdiberi, pria inisial P (35) di Kecamatan Bayat, Klaten, mengamuk danngotot membacok tiga tetangganya memakai sabit. Mengakibatkan, tiga korban alamicedera serius dandibawa ke rumah sakit.Ke-3 korban adalah lelaki dengan inisial GY (77), wanita inisial J (72), dan lelaki inisial H (38). “Itu awalannya kan aktor, Senin (14/7) sekitaranjam 09.00 WIB, meminta kopi dengan orang tuanya, setelah itumeminta rokok tidakdiberi. Terusmeminta kopi ke situ (rumah H) pun tidakdiberi, selanjutnya ribut,” ungkapkan sekretaris Dusun Bogem, Kecamatan Bayat, Sungkono ke detikJateng, Selasa (15/7/2025) pagi.Dikisahkan Sungkono, gara-gara kopi itu pada akhirnyaaktordan tetangga inisial H berkelahi. Aktor yang menderitamasalah jiwa itu selanjutnya membacok korban yangstres. “Ke-2 nya ODGJ (orang dengan masalah jiwa), berkelahi. Korban dibacok, lari minta bantuanmasyarakat. Ada tetangga…

Read More

Gubernur Luthfi Blak-blakan soal Penanganan Rob di Sayung Demak

Rob di Pantai Utara (Pantura) Jawa tengahtermasuk di Sayung, Demak, terusmenjadi perhatian PemerintahanPropinsi Jawa tengah. Tanggul laut yang terpadupada jalan tol tetapdibuat, sedangkan itu pengatasankarenaimbas dari rob terusdilaksanakan.Gubernur Jawa tengah, Ahmad Luthfi menjelaskancukup banyakmasyarakat yang mengeluhmasalah rob di Sayung. Bahkan jugasebagian orang di sosial mediadisebutkan mem-bully Pemerintah provinsiJawa tengahkarena rob tetapterjadi. “Saya dibully tidakpapah. Itu ibarat obat. Paling penting, saya tidak tinggal diam, kerja tulusserta lebih giat,” kata Luthfi di komunitas Rembug Bersama Gubernur Bersama Pimpinan Media di Gedung Gradjika Bhakti Praja, Rabu (2/7/2025). Iamenerangkan, pemerintahan pusat sedangberusahatangani rob di Pantura Jawa. Presiden Prabowo Subianto telahkeluarkanperaturanuntukpengatasan rob. “Kementerian PU membuatdimulai dari Jakarta, Pantai Utara menjadigempuran rob. Saya tidak tinggal diam, turutmenggerakkanpemercepatan….

Read More

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Demak Gelar Doa Bersama Lintas Agama 

Menyongsong peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025, Polres Demak mengadakan doa bersama lintasi agama pada Senin (30/6) sore di Aula Wicaksana Laghawa. Aktivitas ini dilakukansebagaibentuksukurdanpermintaansupaya Polri selaludikasihkemampuan dalam melakukan pekerjaanmenjaga keamanan negara. Doa bersama itudidatangi oleh Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha, Ketua FKUB Kabupaten Demak KH. Abdullah Syifa, danbeberapa tokoh agama dari 6kepercayaanyang berlainan, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Masing-masing figur agama pimpin doa secara berganti-gantian dalam situasi yang penuh khusyukdankebersama-samaan. Kapolres sampaikanjikaaktivitas ini tidak cumasebagaibentuk penghormatan padalembaga Polri yang sudahberbaktisepanjang 79 tahun, tetapisebagailambang kerukunan antara umat berbagai ragama di Kabupaten Demak. “Doa lintasi agama ini ialahbentukkebersama-samaan kita…

Read More

30 Sekolah Terdampak Banjir di Sayung Demak

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa tengahmenulis 30 sekolah terimbas banjir di Sayung, Kabupaten Demak, Jawa tengah. Banjir sudahmemendamdaerah itu semenjak Kamis (22/5/2025) karena tanggul boboldan air sungai melimpah ke permukiman. Kasubag Program Disdikbud Jawa tengah, Roberto Agung Nugroho, menjelaskanadasekitar 24 Sekolah Dasar (SD), empat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan dua SMA/SMK terimbas banjir rob sampaiini hari. “Ini ada 28 SD dan SMP yang terserang rob di Sayung, termasukkelak ada tambah dua untuk SMA Negeri 1 Sayung dan SMK Negeri 1 Sayung, bermakna ada 30 sekolah SD, SMP, SMA, ya,” papar Robert di kantornya, Rabu…

Read More

Pilihan Terjangkau, Rumah di Kabupaten Demak Harga Mulai Rp 143 Juta

Wargadapatmemperoleh rumah murah di Kabupaten Demak, Jawa tengah. Wilayahitutawarkanberagamopsi rumah bantuan yang adalewatMekanismeInformasiKelompok Pengembang (Sikumbang), pada harga kurang dari Rp 150 juta. Berikutsejumlahopsi rumah dapat dijangkau di Kabupaten Demak: Perumahan Kauman Regency: Type New Kauman 27 Berada di Mranggen, Kabupaten Demak, project ini diperkembangkan oleh Bentangan Cipta Griya. Bangunannya berbentuk rumah tapak dengan luasnya bangunan 27 mtr. persegi dan luas tempat 60 mtr. persegi. Project ini tawarkan 107 unit rumah pada harga rumah per unit ialah Rp 143 juta. Sekitar 80 unit sudah terjual, sedangkan 27 unit tetapada. Perum Puri Gardenia: Type Gardenia Perumahan satu ini diperkembangkan oleh PT Gaia Propertindo Khusus yang berada di Mranggen, Kabupaten Demak. Tawarkan 31 unit rumah dengan bangunan berbentuk rumah tapak dan harga per…

Read More

Viral Guru Madin di Demak Diminta Uang Damai Rp 25 Juta Usai Tampar Murid

Seorang guru madrasah diniyah (madin) di Demak inisial AZ (50) didenda Rp 25 juta selesai menampar salah seorangsiswanya. Tetapi, kasus ini usai damai selesaitrending di sosial media.Dikutip detikJateng, kejadian ini terijadi pada 30 April 2025 kemarin. AZ waktu itu tengah mengajarkan. Tetapi, mendadak lemparan sandal berkenaan kepalanya. AZ menarik satu diantarasiswa yang disebutkan oleh siswa lain. AZ lalu menarik siswa itu dan spontan menamparnya. “Sesudah ada peringatan itusemuapelajar menunjuk pelajardengan inisial D ini, selanjutnya spontanitas Z menarik pelajardanlakukanpukulan,” kata Kepala Madin, Miftahul Hidayat dalam infokereporter di lokasi, Jatirejo, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jumat (18/7/2025). ADVERTISEMENTSimak juga:Video: Urutan Guru Madin Demak Tampar Siswasampai Didenda Rp 25 JutaDalam pada itu, guru AZ sudahmengakuperlakuannya. Diakuinyajika ini diakerjakanuntuk mendidik….

Read More

2 Siswa Mampu di SMAN 1 Sukorejo Kendal Via Jalur Afirmasi Akhirnya Mundur

Dua pelajar yang diterima di SMAN 1 Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kendal, lewatlajur afirmasi akhinya memundurkan diri. Dua pelajar itu diketahui tidaktermasuk dalam kelompokitu.Kepala SMAN 1 Sukorejo, Rohadi, menjelaskanke-2 peserta didik baru (PDB) itu telahmemundurkan dirisesudah ada kabar beritapada mediabeberapa lalu. “Ke-2 nya telahmemundurkan diri, mungkin sesudahadakabar beritapada media detikJateng . Makasesudah ada informasi itu, sekian hariselanjutnyasecara langsungmemundurkan diri,” kata Kepala SMAN 1 Sukorejo, Rohadi, saatdikontak detikJateng, Senin (14/07/2025). SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Rohadi menerangkan, masih tetap ada satu peserta didik baru yang masuk lewatlajur afirmasi danmemakai data yang tidakbenar. Tetapipelajaritu belum memundurkan diri. “Informasi yang kami…

Read More

Sentil Pemisahan Pemilu, Yusril: Pemerintah Tak Punya Pilihan kalau Segala Sesuatu Diputus MK

Menteri Koordinator Sektor Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumhamimipas) Yusril menyentuhkeputusan Mahkamah Konstitusi nomor 135/PUU-XXIII/2025 yang memisah pemilu nasional dan pemilu lokal. Iamenyebutkan, Mahkamah Konstitusi seperti tidakmemberiopsikepemerintahanuntukmembenahimekanisme pemilu yang terdapat, bilasemuaditata oleh keputusan. “Pemerintahan kan tidakpunyaiopsijikasegala halsudahditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi karena MK itu kan putusnya final and binding ya,” kata Yusril saatdijumpai di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2025). Walau sebenarnya, kata Yusril, pemerintahanmempunyaipertimbangan sendiri untukmengadakan pemilu yang adil danseimbanguntukseluruh pihak, karenapemerintahanmempunyai pengalaman di atas lapanganuntukpenerapan pemilu. Simak juga: Keputusan MK Pisah Pemilu Nasional-Daerah PacuKoreksi Banyak UU…

Read More

Cerita Guru Madin Demak Diminta Rp 25 Juta Usai Tampar Murid 3 Bulan Lalu

Guru madrasah diniyyah (madin) di Demak, AZ atau Mbah Zuhdi (50), berceritasaatdianyamendadakdisuruh Rp 25 juta sebagai uang damai selesaidianya menampar siswanya. Iamenceritakanpernahmohon maafdanbaru3 bulanselesaikejadianmendadakdikunjungi orang dandisuruh Rp 25 juta.Mbah Zuhdi yang disebutseorang guru ngaji dan petani itu bahkan jugaharushutangmana-manauntukbayar uang damai supayadianyatidakdisampaikan ke polisi. Zuhdi menjelaskanperistiwa itu terjadipada 30 April 2025 kemarin. Waktu itu Mbah Zuhdi sedangmengajarkandalam kelas. Tetapi di kelas yang lain, ada siswa yang sama-sama lempar dengan sandal. Sandal itu berkenaan pecinya. Karenakecewa, Mbah Zuhdi selanjutnya spontanitas carisiswa yang melemparkan sandal dan menamparnya. “Awalnya saya itu mengajarkan. Saat saya mengajarkan ada keramaian di luar kelas. pada lempar lemparan gunakan sandal terkena peci saya sampai jatuh. Selanjutnya saya mencarisiapakah yangmelemparkan. Sampai saya masuk ke kelas,” terangnyakereporter di lokasi, Jumat (18/7/2025). AZ mengakubila menampar siswanya tersebut.Cumaiaberniat menampar untuk memberievaluasi, bukan lantaranuntukmencederaisiswanya.“Memang saya populer galak….

Read More

Duduk Perkara Guru Madin Demak Tampar Murid hingga Didenda Rp 25 Juta

Seorang guru Madrasah Diniyyah atau Madin dengan inisial AZ (50) masyarakat Kabupaten Demak tiba-tibatrendingkarena menampar siswanya sampaiterkena denda Rp 25 juta dari orangtuasiswa. Kepala Madin, Miftahul Hidayat, menerangkan duduk kasuskejadianitu.Iamenjelaskanperistiwa ini berawalberawalsaat guru madin ini mengajarkandi ruangan kelas 5 dengan pelajaran fiqih pada 30 April 2025 jam 14.30 WIB. Mendadak di luar ruangpelajar kelas 6 bermain lempar-lembaran sandal di muka kelas 5. “Lemparan itusampaimasuk ke dalamruangan kelas 5 danberkenaan kepala guru AZ sampai peci yang digunakan jatuh,” kata Hidayat dalam infokereporter di lokasi, Jatirejo, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jumat (18/7/2025). Selanjutnya, waktu itu dengan spontan guru ambil pecinya yang jatuh danmenempatkan kitabnya di atas meja. Berkaitanselanjutnyamendekatiruangan kelas yang…

Read More